menghilangkan tahi lalat dengan ludah

Selasa, 22 Juni 2010



Intisari edisi Januari 2002 memuat tulisan tentang tahi lalat yang hidup, bahkan mungkin ganas.

Saya punya pengalaman nyata membunuh tahi lalat semacam ini. Yang pertama tahun 1990 di pipi, dan kedua tahun 1994 di leher. Bentuk tahi lalatnya sama: hitam kelabu, bulat, dan permukaannya halus.

Ukurannya mula-mula kecil, kemudian membesar (selama 4 - 5 tahun), sampai sebesar kacang kedelai. Saat itulah mulai saya "bunuh".

Caranya cukup unik dan (mungkin) menjijikkan karena menggunakan ludah. Jelas ludah sendiri. Bukan punya orang lain.Air ludah itu saya oleskan di seluruh permukaan tahi lalat plus sedikit kulit di sekitarnya. Frekuensi pengolesan sesering mungkin.

Yang saya lakukan waktu itu sekitar setengah sampai sejam sekali, di waktu tidak tidur. Setelah berlangsung tiga minggu, permukaan tahi lalat mulai mengering, lalu rontok sedikit demi sedikit. Pelumasan saya lakukan terus-menerus selama 2 - 3 minggu, dan suatu saat sisanya terlepas. Kulit saya bersih dari tahi lalat tanpa bekas.

Cara ini ternyata sukses dilakukan oleh seorang teman saya. Tahi lalatnya yang sudah sebesar kacang tanah bisa hilang seperti yang saya alami. Atas dasar itu saya berani menulis cara yang menurut saya mudah, murah, dan tanpa efek sampingan apa pun.

Nah, bagi para pemilik tahi lalat yang ingin menghilangkannya, silakan mencoba apa yang telah saya dan teman saya lakukan. Buat para ahli, tolong dong diteliti secara ilmiah apa yang membuat cara itu berhasil menghilangkan tahi lalat. (Hastjarjo Sumardjan/intisari)...

2 komentar:

Nindyta putri mengatakan...

Tapi , Itu dioles ludahnya berapa kali sehari dan kapan?

Friedrich Lè Khadafino mengatakan...

terimakasih infonya :)

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails

.

Blog Archive

Followers

Visitors

free counters